ELEVATE YOUR BUSINESS WITH

Informasi kontak

Jl. Lamongrejo No. 7, Ds. Jetis, Kec. Lamongan, Kab. Lamongan, 62214. 085730666023 admin@maarifnulamongan.com Jam Kantor : 08.00 - 15.00 Sabtu - Kamis
19 Sep 2026 Kholilul Wahib 10 views

LAMONGAN – Pendidikan karakter tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Sebanyak 1.200 pelajar dari satuan pendidikan Ma’arif NU Lamongan mengikuti Jelajah Santri Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU, Sabtu (19/9/2026), sebagai ruang belajar yang memadukan kedisiplinan, kebersamaan, dan pengalaman di luar kelas.

Kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Lamongan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026 PCNU Lamongan. Pelepasan peserta ditandai dengan pelepasan balon ke udara dan diikuti pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan.

Ketua LP Ma’arif NU Lamongan, Drs. H. Ali Nurdin, M.Pd., mengatakan Jelajah Santri merupakan bagian dari program kerja LP Ma’arif NU Lamongan sekaligus bentuk dukungan terhadap rangkaian HSN PCNU Lamongan.

Menurutnya, kegiatan semacam ini penting karena pendidikan peserta didik tidak cukup hanya dibangun melalui pembelajaran akademik. Santri juga perlu mendapatkan pengalaman yang membentuk kedisiplinan, keberanian, kemampuan bekerja sama, serta rasa kebersamaan.

“Agenda ini merupakan kick off Hari Santri Nasional PCNU Kabupaten Lamongan. Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun semangat, kedisiplinan dan kebersamaan para santri,” ujar Ali Nurdin.


Jelajah Santri tahun ini diikuti perwakilan dari 15 kecamatan atau MWCNU Ma’arif NU se-Kabupaten Lamongan.

Masing-masing MWCNU mengirimkan delapan regu, terdiri atas empat regu tingkat SD/MI dan empat regu tingkat MTs/SMP. Dengan komposisi tersebut, kegiatan berlangsung secara massal dengan melibatkan sekitar 1.200 peserta.

“Setiap regu juga didampingi satu orang pendamping. Selain itu, masing-masing kecamatan memiliki satu Pimpinan Kontingen (Pinkon), sehingga ada 15 Pinkon dan sekitar 90 pendamping regu,” jelas Ali.

Para peserta menempuh rute sekitar 3–4 kilometer. Perjalanan dimulai dari Pos 1 di Alun-alun Lamongan, dilanjutkan menuju Pos 2 di Dinas Pendidikan Lamongan, kemudian berakhir di Pos 3 di SD NU Lamongan.

Rangkaian perjalanan tersebut menjadi bagian dari konsep kegiatan yang tidak hanya mengajak peserta berjalan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar melalui kebersamaan dalam regu.

Bagi LP Ma’arif NU Lamongan, aktivitas kepramukaan juga menjadi salah satu instrumen untuk membangun karakter peserta didik.


Ketua PCNU Lamongan, KH Sahrul Munir, mengapresiasi kegiatan yang digelar LP Ma’arif NU Lamongan tersebut.

Menurutnya, Jelajah Santri merupakan bagian dari pengembangan kegiatan kepramukaan LP Ma’arif. Sebelumnya, LP Ma’arif NU Lamongan juga telah melaksanakan Kursus Mahir Dasar (KMD) sebagai bagian dari penguatan pendidikan kepramukaan.

“Ini disinergikan dengan kegiatan Hari Santri,” kata Gus Syahrul.

Ia berharap seluruh rangkaian HSN di Lamongan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan pengalaman dan penguatan karakter bagi para pelajar.

Melalui Jelajah Santri, LP Ma’arif NU Lamongan mencoba menghadirkan ruang pendidikan yang lebih luas: peserta didik belajar berjalan bersama, menjaga kekompakan, menyelesaikan tantangan bersama, dan mengenal lingkungan sosialnya.

Dari perjalanan tersebut, nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan diharapkan tidak hanya berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari karakter peserta didik di sekolah maupun madrasah.