ELEVATE YOUR BUSINESS WITH

Informasi kontak

Jl. Lamongrejo No. 7, Ds. Jetis, Kec. Lamongan, Kab. Lamongan, 62214. 085730666023 admin@maarifnulamongan.com Jam Kantor : 08.00 - 15.00 Sabtu - Kamis
19 Sep 2026 Kholilul Wahib 13 views

LAMONGAN – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Lamongan tidak hanya dikemas dalam kegiatan seremonial. PCNU Lamongan bersama LP Ma’arif NU Lamongan menjadikannya sebagai ruang untuk memperkuat pemahaman ke-NU-an di kalangan pelajar.

Momentum tersebut diawali dengan Jelajah Santri Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU yang diikuti sekitar 1.200 pelajar dari 15 kecamatan di Kabupaten Lamongan, Sabtu (19/9/2026).

Namun, rangkaian HSN tersebut tidak berhenti pada kegiatan jelajah. Setelah pembukaan, agenda akan dilanjutkan dengan Cerdas Cermat Aswaja dan lomba membaca Kitab Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.

Ketua PCNU Lamongan, KH Sahrul Munir, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai yang menjadi dasar perjuangan Nahdlatul Ulama.

Ia secara khusus menyoroti lomba membaca Kitab Qanun Asasi NU sebagai salah satu agenda yang memiliki makna penting dalam rangkaian HSN tahun ini.

“Di momentum Hari Santri ini kita adakan lomba membaca Kitab Qanun Asasi Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Syahrul.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat kepengurusan NU yang mendorong warga Nahdliyin untuk kembali memahami dan mengamalkan Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.

Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan Aswaja di lingkungan Ma’arif NU.

Gus Syahrul menegaskan bahwa lembaga pendidikan Ma’arif memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi NU. Karena itu, peserta didik tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan pemahaman agama yang jelas.

“Anak-anak Ma’arif ini adalah kader NU masa depan. Untuk itu harus dibekali karakter dan agama yang jelas,” tegasnya.

Menurutnya, kepala madrasah dan sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan proses pendidikan tersebut berjalan. Lembaga pendidikan Ma’arif harus memiliki arah pembelajaran dengan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah yang jelas.

Ketua LP Ma’arif NU Lamongan, Drs. H. Ali Nurdin, M.Pd., menyebut Jelajah Santri sebagai bagian dari program kerja LP Ma’arif NU Lamongan sekaligus dukungan terhadap program kerja PCNU Lamongan masa khidmat 2026–2030.

Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan 15 kecamatan atau MWCNU Ma’arif NU se-Kabupaten Lamongan. Masing-masing MWCNU mengirimkan delapan regu, terdiri atas empat regu tingkat SD/MI dan empat regu tingkat MTs/SMP.

“Jumlah peserta sekitar 1.200 orang,” kata Ali.

Menurutnya, pelibatan pelajar dalam kegiatan kepramukaan dan rangkaian HSN menjadi salah satu cara menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas.

Sementara itu, Gus Syahrul menambahkan bahwa penguatan kaderisasi juga perlu dilakukan pada tingkat pendidik. Ia berharap kepala lembaga Ma’arif mengikuti PD-PKPNU, dan ke depan setiap lembaga setidaknya memiliki lima guru yang telah mengikuti PD-PKPNU.

Harapannya, kaderisasi dapat berjalan secara serentak dan kompak di seluruh lembaga pendidikan Ma’arif NU Lamongan.


Jelajah Santri yang dibuka di Alun-alun Lamongan menjadi pintu awal rangkaian tersebut. Peserta kemudian mengikuti agenda yang menggabungkan pendidikan karakter, kepramukaan, Aswaja, hingga pengenalan Qanun Asasi NU.

Bagi PCNU Lamongan, rangkaian ini diharapkan tidak hanya memeriahkan HSN 2026, tetapi juga menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap NU sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai yang menjadi dasar perjuangan organisasi.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan HSN di Lamongan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memperkuat karakter santri, kecintaan terhadap NU serta semangat kebersamaan di kalangan pelajar Ma’arif,” ujar Gus Syahrul.

Dengan demikian, HSN 2026 di Lamongan diposisikan bukan sekadar sebagai perayaan tahunan, tetapi sebagai momentum mempertemukan pendidikan, kepramukaan, Aswaja, dan kaderisasi NU dalam ruang yang melibatkan langsung generasi muda.